Siswa MAN IC Pekalongan Inisiasi KomProMi, Kelola Sampah Makanan

  • Home
  • Siswa MAN IC Pekalongan Inisiasi KomProMi, Kelola Sampah Makanan
details thumb
22 Februari 2026 iconNews

Siswa MAN IC Pekalongan Inisiasi KomProMi, Kelola Sampah Makanan

RRI.CO.ID, Pekalongan - Sebulan sebelum pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal krisis sampah nasional, siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan telah bergerak. Mereka meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bernama KomProMi atau Komposting Projek Mizan.

Program ini menjadi contoh konkret keterlibatan pelajar dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Program ini juga mencerminkan kesiapan generasi muda mendukung agenda nasional pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Seperti dikeahui, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Presiden menyoroti serius persoalan sampah nasional. Presiden menegaskan pentingnya gerakan kolektif berbasis pendidikan untuk mengubah budaya pengelolaan lingkungan.

Presiden juga mendorong pelibatan aktif siswa sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat. Semangat tersebut telah diwujudkan siswa MAN IC Pekalongan melalui program KomProMi.

KomProMi mengolah sampah makanan menggunakan metode Bokashi Composting yang cepat, higienis, dan ramah lingkungan. Metode ini tidak menimbulkan bau serta bebas emisi berbahaya.

“Kami senang dan bangga anak-anak memiliki inisiatif dan mewujudkannya dalam aksi nyata,” ujar Kepala Madrasah MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam, dalam relis yang diterima RRI.CO.ID, Selasa. 3 Februari 2026. Ia menambahkan, siswa bahkan mampu mencari sponsor di tengah kesibukan belajar dan persiapan perguruan tinggi.

Program KomProMi diketuai Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa kelas XII MAN IC Pekalongan. Program ini melibatkan lebih dari 50 relawan siswa lintas angkatan.

KomProMi mengintegrasikan pendekatan eko-teologi dan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. “KomProMi adalah akronim Komposting Projek Mizan yang bermakna keseimbangan,” ujar Rayyan.

Ia merujuk konsep Mizan dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 7 hingga 9. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah.

Selain pengolahan sampah, KomProMi juga menjalankan program edukasi dan kampanye lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi seminar dan media visual berbasis nilai keislaman.

Sampah makanan difermentasi secara anaerob selama 10 hingga 14 hari.

Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah dan urban farming. Ke depan, KomProMi ditargetkan berkembang menjadi pilot project nasional.

Program ini direncanakan diterapkan di sekolah berasrama dan 25 MAN Insan Cendekia. “Kami bangga karena kepedulian siswa terhadap lingkungan sangat tinggi,” kata Khoirul Anam.

Ia menyebut Rayyan aktif dalam riset limbah batik dan forum internasional eko-teologi. Rayyan juga merupakan alumni pertukaran pelajar Finlandia tahun 2024–2025.

Saat ini, Rayyan telah memperoleh LoA dari enam universitas luar negeri ternama. KomProMi merupakan bagian dari organisasi siswa bernama Atma Bawana.

Organisasi ini didirikan oleh siswa MAN IC Pekalongan yang peduli lingkungan. Atma Bawana bermakna jiwa bagi dunia dalam bahasa Sanskerta.

Nama tersebut merepresentasikan visi harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual. “Atma Bawana bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan berkelanjutan,” ujar seorang pendiri Atma Bawana, Aisyah Auliyah Anisa seraya menjelaskan, program organisasi menekankan aksi nyata, edukasi, dan integrasi nilai eko-teologi.

Original Source : gayahidup.rri.co.id