Bangga! Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan Bicara Tentang Eco Theology dan Ajak Masyarakat Merawat Bumi

  • Home
  • Bangga! Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan Bicara Tentang Eco Theology dan Ajak Masyarakat Merawat Bumi
details thumb
02 November 2025 iconNews

Bangga! Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan Bicara Tentang Eco Theology dan Ajak Masyarakat Merawat Bumi

MALANG, Tugumalang.idSiswa MAN Insan Cendekia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab bersama rekannya, Raddinia Kejora Bagaskoro menjadi pembicara dalam Forum Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2025.

Forum AICIS 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam International Indonesia (UII) Depok, Jawa Barat pada 29-30 Oktober 2025 lalu, menjadi panggung kolaborasi gagasan antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global.

Dalam salah satu sesi Science Talkshow Madrasah, Rayyan memaparkan presentasinya yang bertajuk Eco-Theology in Action: Building a Sustainable Future. Ia mengajak publik untuk melihat bahwa teologi bukan sekadar ajaran ritual semata, tetapi juga pedoman moral dalam menjaga bumi.

Rayyan juga mengutip ayat-ayat suci Al-Quran, Alkitab, dan Ahimsa dari Budhisme untuk menunjukkan kesatuan nilai lintas agama dalam menumbuhkan etika ekologis.

Presentasi dalam full Bahasa Inggris yang diikuti sebagian besar mahasiswa UII ini, mengapresiasi kedua pemateri. Rayyan menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang dilakukan di MAN Insan Cendekia Pekalongan.

Beberapa di antaranya adalah pengelolaan biogas dari limbah ikan dan sayuran. Kegiatan lainnya dari siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan adalah pemanfaatan gulma eceng gondok sebagai adsorben logam berat limbah batik.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag dan Madrasah dalam mendorong dan memfasilitasi siswa untuk peduli dan menghayati lingkungan sebagai bagian dari iman,” ujar peserta pertukaran pelajar (AFS) selama satu tahun di Finlandia pada 2024-2025 dan penggagas gerakan pelajar Atma Bawana ini.

Di samping aksi nyata, Rayyan bersama teman-temannya ikut mengkampanyekan lingkungan melalui sejumlah tulisan di berbagai media.

Rayyan menegaskan pentingnya Kementerian Agama melalui program Green Waqf dan pendidikan lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual.

“Madrasah bukan hanya tempat mencetak insan berilmu, tetapi juga insan yang mencintai alam sebagai wujud iman,” tegasnya.

Melalui pendekatan lintas iman dan teknologi sederhana, Rayyan menunjukkan bahwa generasi muda madrasah mampu menjadi motor perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Menteri Agama Tegaskan Pelestarian Lingkungan sebagai Panggilan Spiritual dan Moral

Menghadiri acara AICIS 2025, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Dr. KH.Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah panggilan spiritual sekaligus moral.

Ia menyebut bahwa krisis ekologi tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan ilmiah. Tetapi memerlukan bahasa religius yang menyentuh hati umat.

“Tanpa bahasa religius, akan sulit menggerakkan hati umat untuk menyelamatkan lingkungan. Krisis ekologi ini adalah persoalan spiritual dan moral,” ujarnya.

Nasaruddin juga memperkenalkan konsep ekoteologi kasih sayang, yaitu cara pandang teologis yang menempatkan kasih sebagai dasar interaksi manusia dengan alam, sebagaimana tercermin dalam nilai-nilai Asmaul Husna.

Madrasah Harus Terus Berkontribusi bagi Lingkungan

Sementara siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan lainnya, Raddinia Kejora Bagaskoro mengatakan sebagai siswa madrasah harus terus memberikan kontribusi yang berguna bagi lingkungan.

Pengalamannya sebagai peserta program Intensive Educational Short Course di China beberapa waktu lalu, menjadikan dirinya terinspirasi untuk berkarya kepada masyarakat. Ini seperti yang ia saksikan bagaimana pelajar di belahan dunia berlomba untuk lingkungan.

“Itu pula yang kami lakukan dengan memanfaatkan teknologi AI (kecerdasan buatan) untuk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” jelas siswa yang menjadi pemenang lomba ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Original Source : tugumalang.id